Jumat, 13 Mei 2016

Temani aku malam

Tak terasa waktu sedemikian cepat berlalu,
Menyelimuti temaram senja hari,
Disertai, bulir-bulir hujan yang turun secara perlahan-lahan
Hingga membalut tanah ini dalam kelembaban

Malam,
Temani aku dalam menapaki riuhnya kehidupan malam ini,
Menyingkapkan sejuta makna akan kehidupan
Yang akan membuatku terbang ke angkasa luas

Desir angin begitu lembut menyapa tubuh yang lemah ini,
Dalam balutan kerinduan tak terhingga,
Yang menggelora dalam jiwa raga ini

Malam,
Temani aku dalam melangkah,
Membuat sebuah hikayat kehidupan,
Yang akan menjadi sebuah epos dalam sejarah diriku

Malam,
Ku bercerita akan keluh kesahku,
Kebahagiaanku tak lupa ku sampaikan,
Dalam mengarungi sebuah kehidupan

Temani aku malam,
Menuju sebuah negeri di nirwana

3:11
14 Mei 2016, sudut rmh ku

Minggu, 08 Mei 2016

Memandang kota Daeng senja hari

Tidak tau mengapa, sore ini begitu bersemangat tuk pergi hangout ke pantai losari, atau gara-gara hati lagi galau (hehehe). Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari rumah, sampai juga akhirnya d pantai losari.
Duduk sendiri memandang mentari yang lagi senja, melihat keramaian kota daeng yang begitu cepat berubah. Dengan semangat makassar menuju kota dunia, saya rasa sangatlah wajar jika wajah kota Makassar sudah penuh dengan gedung-gedung pencakar langit, yang seakan berlomba menjadi yang paling perkasa ditanah daeng.
Sejenak terlintas memory 20an tahun yang lalu, ketika itu saat saya masih kecil, saya diajak oleh sepupu saya ke pantai losari subuh hari kebetulan hari itu ada kegiatan di tempat ia bekerja yang kali itu sebagai manajer hotel. Melihat keteduhan ombak dipantai losari saat ini sangat menyenangkan, gerombolan anak-anak muda yang dengan gembiranya berenang di pantai losari. Masih bisa terlihat burung-burung camar dengan bebasnya mencari makan di pesisir losari, dan yang uniknya masih terlihat ramai perahu bercadik dengan layar hitam di pesisir losari. Ketenangan yang akan senantiasa dirindukan oleh orang-orang yang lahir dizaman tersebut.
Sekarang pantai losari telah berubah, dengan penataan disana-sini, memberikan wajah baru di kota makassar. Membangun kota makassar tidak mesti dengan gedung-gedung yang mewah dan tinggi menurut saya. Karena jika yang diinginkan adalah masuknya wisatawan asing ke kota ini, maka yang perlu ditingkatkan adalah sebuah suasana kota yang berbudaya. Karena wisman datang kesini untuk melihat kebudyaan orang-orang makassar yang terkenal dengan siri'. Sebuah hasil budaya yang sangat bagus menurut saya. Tetapi terkadang disalah artikan oleh kebanyakan orang.
Makassar dengan sejuta impian dan kenangan akan menjadi sebuah fenomena bagi orang-orang makassar.

Sudut kota daeng,
08052016
Misel udin

Hujan pun turun,

Tetes demi tetes air pun turun membasahi dahaga bumi,
Saling berlomba tuk menjadi yang pertama pemuas dahaga,
Desir angin menambah riuh suasana sore hari,
Memberikan secercah harapan.

Terik mentaripun tak mampu menebus di sela-sela tetesan hujan,
Menari lincah mengelilingi deru yang jatuh ke bumi,
Sorak sorai menggapai bumi,
Menghantarkan kehidupan yang baru

Di balik itu semua,
Genggaman tangan kebersamaan mulai memudar diterpa terik mentari,
Peluh yang bercucuran memberikan rasa asin,
Bercampur dgn tetesan air mata penyesalan

Hujan,
Senantiasa memberikan sejuta kenangan,
Pahit, manis, resah, kebahagiaan terpancarkan
Dalam dinding hujanmu memberikan gambaran suka cita

Hujan,
Dalam setiap diri manusia akan bercerita kenangan masing-masing,
Kenangan yang akan hanya teringat ketika hujan di sore hari,
Memberikan kita waktu tuk flasback dalam rangkaian kehidupan
Maaf tuk kesalahan yang telah terjadi

Kenangan disore hari,
8 Mei 2016
Misel udin

Sabtu, 07 Mei 2016

Reborn,

Momentum kali ini tuk mereview sebuah kebijakan-kebijakan dalam diri sangat lah sesuai. Diruangan yang sederhana ini, ku tertegun dan ku tersadar akan seluruh tingkah laku selama ini.
Kebiasaan ber"introspeksi diri" sdh mulai luntur akan kesibukan dunia. Ketika diri ini sdh sangat lelah, maka disaat itulah hati dan pikiran ini mulai tersadar, saya hidup untuk siapa? Saya bekerja untuk siapa?
Dibalik "masalah" ini ternyata ada hikmah yang begitu besar yang saya dapatkan. Terima kasih ya Allah akan teguranMu ini, terima kasih juga buat sahabatku yg menyadarkanku melalui masalah ini.
Mungkin terlalu lebay (kata org, hehehe) saya memulai menulis blog ini, kebiasaan lama yang sudah terlupakan sejak dulu (tuk nulis di blog msh baru). Sebagian besar org ketika menulis diawal blognya, akan bercerita tentang diri pribadinya.
Tetapi saya memulai dgn sebuah tulisan berjudul "maaf...!!!", karena dengan maaf inilah saya tersadar akan begitu jauhnya saya dari begitu banyak kebaikan-kebaikan yang telah saya peroleh selama ini, keterlenaan dgn pekerjaan dan kemewahan dunia ternyata sedikit demi sedikit membuat sebuah noktah-noktah hitam di dalam hati, yang berujung dengan tertutupnya hati ini dengan noktah hitam tersebut.
Kemewahan dunia juga ternyata menutupi sisi-sisi baikku yang org telah kenal selama ini.
Apalah arti diri ini dari sekian juta manusia yang berada di sekitar saya, saya bagaikan kerikil d jalanan jika d bandingkan dengan seluruh manusia yg ada disekitar saya. Begitu angkuhnya saya berjalan dimuka bumi ini, tanpa memandang wajah" penuh syahdu org disekitar saya.
Keluargaku saya minta maaf yang begitu sombong dihadapan kalian,
Sahabat"ku, diri ini sesungguhnya tiada berarti tanpa kalian semua,
Teman"ku, maafkan lah saya yang sering memakai topeng kemunafikan,
Tulus dari hati memohon maaf dari kalian semua,
Dengan cinta dan sedikit keras kepala, kita sepakat jalan bersama

Maaf,

Maaf,

Sebuah kata yg sangat sederhana tapi mengandung ribuan makna, tp pergeseran makna sdh menjadi liar untuk mengartikan kata ini.
Dari sebuah persahabatan ini, saya begitu banyak belajar dgn sahabat saya ini. Keteguhan hatinya, keaktifannya dlm berkarya. Walaupun umur kami sangat berbeda jauh, tp kami saling belajar tuk memahami dunia ini.
Kami masing-masing memiliki impian tuk menjadi sukses dalam dunia kami sendiri. Jujur dia begitu banyak membantu saya dalam berkarya. Kedekatan akan persahabatan ini terkadang disalah artikan oleh banyak orang. Tapi saya teringat dengan perkataan tmn di kota "paris van java" bahwa ketika kamu berdua dinilai org sebagai pasangan, maka disitulah arti nilai kedekatan sebuah persahabatan (aneh juga ya!!!)
Sebagai sebuah persahabatan, sy secara tulus berniat tuk menjadikan sahabat saya ini menjadi org yg sukses. Walaupun terkadang (malah sangat sering, hehehe!!!!) terjadi selisih paham, n mungkin ini hari yang terhebat dalam berselisih paham kami selama ini, saya sadari saya yang salah dlm membimbing kamu dek, saya yg terlalu egois (mgkn faktor umur jg) dlm persahabatan ini.
Tadi saya iseng membuka blognya, dan saya membaca sebuah kisah di bulan maret itu, dan mulai hari ini saya berjanji tuk tidak terlibat lagi dalam dunia seperti itu.
Maaf, kata sederhana ini mungkin mudah saya ucapkan, tapi tanggung jawabnya akan saya pikul tuk menjadi lebih baik lagi.
Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan,
In middle of the night, 8 Mei 2016
Tuk sahabatku PHP