Kerinduan,
Ketika sinar mentari perlahan merayap di sela-sela jemari dedaunan
Ditambah lemah gemulainya ranting dan dahan menari sambutan pagi
Tetes-tetes embun mulai terjun bebas ke bumi
Selimut kehangatan sinar mulai merengkuh jasad ini
Penyatuan jiwa,
Tatkala riuh riang burung mulai bersahutan,
Mengiringi sinar mentari menanjak lebih tinggi
Hembusan angin terasa merdu mencolek jasadku
Memberikan semangat kehidupan di pagi hari
Memuncak,
Ketika kembali ku tersadar dalam alam ingatanku
Memberikan sebuah rasa tak berbentuk
Kebahagiaan berselimutkan kegundahan, seakan menari seiring melodi indah
Kerinduan tuk berada kembali di alam sana
Jawaban Tuhan,
Alam senantiasa memberikan tanda tanya di balik tanda tanya
Pertanyaan di balik pertanyaan
Tapi, disitulah letak keindahannya
Alam senantiasa berbisik lembut memanggil jiwa kita tuk datang kembali
Hanya memanggil jiwa yang senantiasa mempertanyakan keberadaannya
Bukan memanggil jiwa yang "alay" hanya demi sebuah status dan foto
Kelembutan panggilannya terkadang begitu merdu sampe membuat kita terlena dan tertidur tanpa berbuat apa-apa
Merasuk,
Ku ingin kembali melangkahkan kaki ku, menapaki lorong-lorong semak hutan
Ku ingin kembali menghirup segarnya udara dipagi hari dalam hutan lebat
Dan kuingin kembali, merasakan jernihnya serta dinginnya air pegunungan
Berikanlah diri ini tuk bisa kembali menikmati ciptaanMu
Sudut kamarku, 2 Juni 2016
0 komentar:
Posting Komentar